Mengatasi Keluhan Kehamilan Melalui Makanan

Morning Sickness
Keluhan-keluhan yang dialami oleh ibu hamil jangan dianggap sepele, coba saja kalian perhatikan keadaan ibu yang mengalami beberapa keluhan saat hamil begitu sangat mengkhawatirkan.  Pada umumnya keluhan ibu hamil hampir sama, diantaranya mual muntah, sembelit, pegal linu, nyeri ulu hati, dan susah tidur. Hanya perbedaannya, ada yang mual dan muntah berkepanjangan, ada juga yang hanya pada awal kehamilan. Selain itu, ada yang susah makan, sedangkan di lain pihak malah ada yang doyan makan. Untuk itu Ibu hamil perlu mengetahui bagaimana trik mengurangi keluhan-keluhan yang timbul melalui pengaturan makanan.

Mual dan Muntah

Keluhan pertama rasa mual dan muntah yang biasanya timbul ketika bangun tidur pada awal kehamilan. Jika keadaan ini berlanjut menjadi hiperemesis, yaitu muntah yang hebat dan berlangsung terus-menerus, waspadalah ibu bisa kekurangan cairan elektrolit.

Berikut ini beberapa trik berkaitan dengan makanan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala mual dan muntah.
  • Sebelum bangun dari tempet tidur, Anda dapat makan makanan berserat seperti sereal, roti panggang, atau krakers. Makanan tersebut dapat menghilangkan asam lambung. Setelah itu cobalah bangun dari tempat tidur secara perlahan.
  • Makanlah dengan porsi kecil tapi dengan intensitas sering, bisa dilakukan setiap dua atau tiga jam agar lambung tidak kosong.
  • Ibu bisa coba pilih makanan yang kering seperti roti panggang, biscuit, dan pop corn.
  • Dianjurkan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B1, seperti beras, gandum, ikan kakap, dan udang.
  • Pada waktu rasa mual timbul, cobalah minum air jeruk atau minuman yang mengandung karbonat.
  • Jika Ibu merasa haus bisa mencoba mengulum potongan es, mungkin ini berhasil kepada Anda.
  • Makanan yang perlu dihindari adalah makanan berlemak atau makanan yang digoreng karena akan menimbulkan rasa mual.
  • Hindari juga makanan yang mengandung gas seperti kol, mentimun, nangka, ubi dan durian.
  • Dan yang tidakkalah penting minum sesering mungkin di antara dua waktu makan agar tidak kekurangan cairan.

Pegal Linu

Pegal linu pada Ibu hamil biasanya akan dirasakan ketika malam hari. Hal ini diakibatkan oleh pertumbuhan janin dan hormonal. Keadaan ini juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium serum rendah sementara kadar fosfat yang tinggi sehingga system saraf mudah terangsang. Oleh karena itu sebaiknya ibu hamil membatasi makanan yang tinggi fosfat dan rendah kalsium seperti daging sapi, soda, dan makanan yang diawetkan. Namun, khusus untuk susu, meski kandungan fosfatnya tinggi, porsinya jangan dikurangi. Sebab, kadar kalsium dalam susu sangat penting dan sangat dibutuhkan ibu hamil. Semoga dengan informasi ini Ibu bisa mengurangi pegal linu yang dikeluhkan.

Nyeri Ulu Hati

Rasa nyeri pada ulu hati yang dikeluhkan Ibu hamil, seperti gejala maag biasanya timbul sesudah makan. Terutama pada trimester ketiga. Nyeri ulu hati ini berkaitan dengan perubahan hormonal (progesterone), penekanan lambung oleh janin dan pertumbuhan janin.

Mengatasi keluhan nyeri ulu hati dengan cara berikut ini :

  • Makanlah sedikit-sedikit, tapi sering (setidaknya 5 kali sehari), selain camilan.
  • Cobalah makan biscuit di antara waktu makan.
  • Hindari makanan yang dapat menimbulkan rasa nyeri, seperti makanan yang digoreng, berlemak, terlalu berbumbu, dan kopi.
  • Hindari makanan yang mengandung gas, seperti nangka, kol, ubi jalar.
  • Pilihlah yoghurt dan butter milk, bukan whole milk. Butter milk merupakan susu tertinggal dari proses pembuatan mentega, sedangkan  whole milk merupakan susu murni atau segar.

Susah Buang Air Besar (Sembelit)

Susah buang air besar atau sembelit sering kali dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester akhir kehamilan. Sembelit pada ibu hamil terjadi karena beberapa hal, seperti :

  • Konsumsi serat kurang.
  • Asupan cairan kurang.
  • Penambahan konsumsi zat besi.
  • Peningkatan kadar hormone progesterone yang memperlambat kontraksi saluran cerna. Akibatnya, proses pencernaan di usus berjalan lambat dan sari makanan sulit diserap.
  • Rahim membesar dan menekan rectum dan kolon, sehingga mengganggu ekskresi.
  • Kebiasaan buang air besar yang tidak teratur.
Trik yang bisa Ibu coba untuk mengatasi sembelit, seperti :

  • Setelah bangun tidur, minum segelas air jeruk hangat.
  • Minum air 8-10 gelas sehari.
  • Perbanyak konsumsi serat dengan makan buah-buahan dan sayuran.
  • Membatasi pemberian suplemen zat besi, dari tiap hari menjadi setiap dua hari sekali.
  • Pada hari tidak mengonsumsi suplemen zat besi, perbanyak makanan sumber zat besi, seperti hati ayam, daging sapi, bayam, dan telur.

Selamat mencoba trik mengatasi keluhan kehamilan melalui pengaturan makanan, mudah-mudahan menjadi inspirasi dan berhasil mengurangi keluhan-keluhan tersebut.

Read more ...

Tips Cerdas Mengatur Menu Ibu Hamil

Menu Makanan Ibu Hamil
Apa Anda adalah seorang Ibu yang baru pertama mengalami kehamilan ? tentu Anda akan merasa bingung saat mengatur menu asupan selama proses kehamilan. Hal yang harus Anda pahami dalam mengatur menu adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap trimester kehamilan. Dengan demikian, Anda akan paham makanan bagaimana yang dibutuhkan tubuh.

Menu Trimester Pertama

Trimester pertama merupakan masa-masa ketika tubuh ibu sedang menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi, terutama perubahan hormonal yang berkenaan dengan kehamilan. Pada trimester ini biasanya nafsu makan ibu menurun drastis, yang diakibatkan karena sering timbul keluhan rasa mual dan ingin muntah. Pada trimester ini sebaiknya mempersiapkan asupan makanan bernutrisi gizi sebanyak-banyaknya untuk persediaan pada trimester berikutnya.

Pada trimester pertama, Ibu hamil harus mengonsumsi makanan sumber protein yang bervariasi sehingga kebutuhan asam amino bisa seimbang. Ibu hamil memerlukan 50 gram protein per hari untuk membangun sel-sel baru janin. Protein ini dapat diperoleh dari daging, keju, ikan, telur, tahu, dan tempe. Dianjurkan juga mengonsumsi makanan yang mengandung anti radikal bebas seperti buah-buahan dan sayuran sehingga bisa mengikat radikal bebas yang meningkat pada saat kehamilan. 

Pada umumnya dikarenakan nafsu makan ibu berkurang pada trimester pertama ini, untuk mengantisipasinya ibu tetap makan dengan porsi kecil, tapi intensitas makan diusahakan sering. untuk itu, berikan makanan yang tinggi kalori. Contoh menu makanan yang bisa dikonsumsi adalah buah-buahan segar, jus buah, roti panggang, dan biskuit.

Contoh Susunan Menu Sehari Ibu Hamil Trimester Pertama.


WAKTU MAKAN

MENUBERAT
Sarapan Pagi (07.00) ARoti Sandwich1 buah
Selingan (10.00) ASari Kacang Hijau1 gelas
Lumpia Pisang1 buah
Makan Siang (13.00)Nasi100 gram
Udang Bakar50 gram
Tempe Goreng Lengkuas50 gram
Oseng Jagung Muda75 gram
Buah100 gram
Selingan (16.00)Tartlet Cantik1 buah
Buah100 gram
Makan Malam (18.00)Nasi100 gram
Kering Tahu Teri100 gram
Cah Jamur75 gram
Buah100 gram
Selingan (20.00)Susu1 gelas
Biskuit2 buah

Menu Trimester Kedua

Pada fase trimestetr kedua, tubuh memerlukan tambahan kalori untuk menunjang pertumbuhan janin. Selain itu, tubuh juga mulai menyimpan lemak dan zat lain sebagai cadangan untuk produksi air susu Ibu (ASI). Karena itu, jumlah dan kualitas makanan pun harus ditingkatkan. Nafsu makan ibu biasanya mulai membaik, diusahakan untuk makan dengan teratur tiga kali sehari dan dua kali makanan selingan.

Menu makanan pada fase trimester kedua ini, pilih makanan yang cukup energi, protein, vitamin, dan mineral. Misalnya, sayuran hijau atau berwarna, buah-buahan yang daging buahnya berwarna, serta sumber protein dengan nilai biologi tinggi. Protein biologi tinggi dapat diperoleh dari protein hewani, seperti telur, ayam, daging, dan ikan.

Contoh Susunan Menu Sehari Ibu Hamil Trimester Kedua


WAKTU MAKAN

MENUBERAT
Sarapan Pagi (07.00) ABubur Ayam Komplit150 gram
Selingan (10.00) APudding Tofu1 buah
Buah100 gram
Makan Siang (13.00)Nasi200 gram
Perkedel Tongkol50 gram
Tahu Balado50 gram
Bobor Katuk75 gram
Buah100 gram
Selingan (16.00)Salad Aneka Buah100 gram
Susu1 gelas
Makan Malam (18.00)Nasi200 gram
Bawal Bumbu Kecap50 gram
Tempe Bacem50 gram
Acar Kuning75 gram
Buah100 gram

Menu Trimester Ketiga 

Nah, fase trimester terakhir ini basal metabolisme naik, nafsu makan ibu cukup baik, dan biasanya ibu selalu merasa lapar. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan janin yang semakin pesat. Dengan semakin membesarnya janin juga menyebabkan diafragma ibu mulai tertekan. Akibatnya, ibu sulit makan dengan porsi yang besar. Karena itu, pola makan pada trimester ketiga ini tetap harus diatur dengan porsi kecil tetapi sering.

Asupan makanan yang perlu mendapat perhatian adalah makanan sumber energi, karena menginjak trimester ketiga tubuh ibu membutuhkan tambahan 285 kkal setiap hari dibandingkan sebelum hamil. Asupan energi ini diperlukan untuk tumbuh kembang janin yang semakin pesat dan cadangan energi ibu pada waktu melahirkan nanti.

Selain itu, asupan protein, vitamin, dan mineral juga sangat diperlukan untuk membantu pembentukan sel-sel otaknya. Pada trimester ini, ibu hamil juga dianjurkan untuk memeperbanyak komsumsi buah dan sayuran. Hal ini penting untuk menghindari sembelit yang sering terjadi pada ibu hamil. Untuk itu, pada trimester ketiga ibu hamil bisa memperbanyak konsumsi beras, serealia, daging, ayam, telur, susu, sayur, dan buah segar.

Contoh Susunan Menu Sehari Ibu Hamil Trimester Ketiga


WAKTU MAKAN

MENUBERAT
Sarapan Pagi (07.00) ANasi100 gram
Telur Puyuh Asam Manis50 gram
Bakwan Jamur75 gram
Selingan (10.00) ACreve Via Sirsak1 buah
Buah100 gram
Makan Siang (13.00)Nasi150 gram
Ayam Bakar Gurih50 gram
Oseng-oseng Tempe Cabai Hijau50 gram
Kacang Panjang Berkuah75 gram
Buah100 gram
Selingan (16.00)Rujak Buah Segar100 gram
Susu1 gelas
Makan Malam (18.00)Nasi150 gram
Pepes Kerang Tahu100 gram
Sayur Pepaya Muda75 gram
Buah100 gram
Selingan (20.00)Susu1 gelas



Silahkan Ibu coba Tips Cerdas Mengatur Menu untuk Ibu hamil ini, mudah-mudahan bermanfaat dan membantu Anda dalam menyiapkan asupan makanan yang bernutrisi gizi tinggi dan seimbang.

Read more ...

Angka Kecukupan Gizi Ibu Hamil

Untuk melengkapi mengenai nutrisi gizi ini, saat ini kita akan mengulas tentang angka kecukupan gizi ibu hamil yang takkalah pentingnya dengan keterangan yang di posting sebelumnya. Seorang Ibu selama proses kehamilan akan mengalami perubahan fisik yang cukup kelihatan drastis. Kehamilan menyebabkan berat badan naik dan laju metabolisme tubuh juga meningkat. Karena itu, ibu hamil memerlukan gizi yang lebih banyak, baik untuk Ibu sendiri maupun janin. Asupan makanan yang mengandung nutrisi gizi tinggi dan seimbang.

Dengan semakin berubahnya komposisi dan metabolisme tubuh ibu selama proses kehamilan, seiring dengan membesarnya janin. Pada trimester pertama, terjadi pembentukan organ-organ vital pada janin. Pada trimester kedua, janin dalam kandungan akan mengalami pertumbuhan sangat pesat.

Perlu Ibu ketahui bahwa jumlah makanan yang dikonsumsi bukanlah jaminan bahwa asupan gizi sudah cukup seimbang. Kualitas makanan juga berperan penting dalam menentukan asupan gizi seimbang ini. Dengan melengkapi gizi secara lengkap dan berkualitas juga seimbang, diharapkan akan memberikan efek jangka panjang yang positif bagi perkembangan janin sejak dari dalam kandungan maupun setelah proses persalinan nanti.

Table Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Wanita tidak hamil dan
Tambahan gizi yang dibutuhkan ketika hamil (per orang per hari)

Z a t    G i z i
AKG  Wanita
Tidak Hamil
Tambahan Gizi  Ibu Hamil
Zat Gizi
1 9 - 2 9
Tahun
3 0 - 4 9
Tahun
Trimester
1
Trimester
2
Trimester
3
Energi (kkal)
1.900
1.800+ 180+ 300+ 300
Protein (g)
50
50+ 17+ 17+ 17
Vitamin A (RE)
500
500+ 300+ 300+ 300
Vitamin D (g)
5
5+ 0+ 0+ 0
Vitamin E (mg)
15
15+ 0+ 0+ 0
Vitamin K (g)
55
55+ 0+ 0+ 0
Thiamin (mg)
1,0
1,0+ 0,3+ 0,3+ 0,3
Riboflavin (mg)
1,1
1,1+ 0,3+ 0,3+ 0,3
Niacin (mg)
14
14+ 4+ 4+ 4
Asam Folat (mg)
400
400+ 200+ 200+ 200
Piridoksin (mg)
1,3
1,3+ 0,4+ 0,4+ 0,4
Vitamin B12 (mg)
2,4
2,4+ 0,2+ 0,2+ 0,2
Vitamin C (mg)
75
75+ 10+ 10+ 10
Kalsium (mg)
800
800+ 150+ 150+ 150
Fosfor (mg)
600
600+ 0+ 0+ 0
Magnesium (mg)
240
270+ 30+ 30+ 30
Besi (mg)
26
26+ 13+ 13+ 13
Yodium (mg)
150
150+ 50+ 50+ 50
Seng (mg)
9,3
9,3+ 1,7+ 4,2+10,2
Selenium (mg)
30
30+ 5+ 5+ 5
Mangan (mg)
1,8
1,8+ 0,2+ 0,2+ 0,2
Fluor (mg)
2,7
2,7+ 0,2+ 0,2+ 0,2

Demikian mengenai angka kecukupan gizi yang harus terpenuhi selama proses kehamilan Ibu. Mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda.

Read more ...

Nutisi Gizi untuk Perkembangan Otak Janin

Perlu Anda ketahui kecerdasan anak yang ternyata sudah bisa dirancang sejak dalam kandungan, yakni dengan memberikan asupan nutrisi gizi yang dapat menunjang perkembangan otak janin. Perkembangan otak janin terjadi mulai trimester ketiga kehamilan sampai dengan bayi berusia 5-6 bulan. Dan perkembangan otak bayi ini masih berlanjut sampai usia 18 bulan, masa ini merupakan periode emas otak bayi. Nutrisi gizi yang mempunyai peranan penting untuk perkembangan otak janin di antaranya asam folat, DHA, AA, kolin, omega 3, dan omega 6.

Asam folat

Sumber Makanan Asam Folat
Asam folat diperlukan sebesar 200 mg per hari untuk ibu hamil yang bermanfaat untuk mengurangi kelainan susunan saraf pusat atau NTD (neural tube defects) yang mungkin terjadi sejak minggu ketiga kehamilan.
Sumber makanan yang mengandung asam folat bisa diupayakan dari konsumsi makanan seperti daging sapi, hati sapi, hati ayam, ikan kembung, kepiting, brokoli, bayam, kacang-kacangan, stroberi, jeruk, dan gandum. Namun, konsumsi makanan sehari-hari umumnya belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan asam folat. Karena itu, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi suplemen asam folat setiap harinya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan asam folat setiap harinya.

DHA (Dokosaheksaenoat) dan AA (Asam Araakidonat)

Kebutuhan nutrisi gizi yang mengandung DHA (Dokosaheksaenoat) dan AA (Asam Araakidonat) merupakan komponen asam lemak esensial di otak yang diperoleh dari darah ibu. DHA dan AA sangat penting untuk perkembangan saraf otak dan retina, pembentukan jaringan lemak otak, serta interkoneksi antarsaraf otak. Pada trimester ketiga pada Ibu hamil, kebutuhan DHA meningkat sampai tiga kali lipat.
Perlu diketahui dengan kekurangan DHA pada otak dan retina mata dapat mengakibatkan beberapa gangguan, seperti berikut :
  • Gangguan kemampuan belajar (intelektual)
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan mental (perilaku)
  • Gangguan metabolism neurotransmitter (pengantaran rangsang di antara sel-sel saraf otak)
Sumber makanan yang mengandung DHA (Dokosaheksaenoat) dan AA (Asam Araakidonat) dapat diperoleh dari ikan, terutama yang hidup di perairan laut dalam. Seperti, ikan makarel, ikan salmon, ikan herring, ikan sardine, ikan tenggiri, dan ikan kembung. Dan beberapa ikan tawar yang juga mengandung DHA dan AA, yakni ikan mas, ikan tawes, dan ikan bawal.

Kolin

Sumber asupan yang mengandung kolin adalah zat gizi penting yang harus ada dalam makanan sehari-hari, meskipun hanya dibutuhkan sedikit oleh tubuh. Didalam tubuh, kolin akan dipecah menjadi fosfatidilkolin dan asetikolin. Fosfatidilkolin merupakan bagian penting dari membrane sel otak. Sementara itu, aseltikolin berperan sebagai neurotransmitter yang mengontrol gerakan otot (gerakan motorik), daya ingat, dan fungsi tubuh lainnya.
Kebutuhan kolin untuk ibu hamil sebesar 450 mg setiap harinya. Sedangkan persediaan kolin di tubuh ibu berkurang selama proses kehamilan, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan otak pada janin. Untuk memenuhi kebutuhan kolin, ibu hamil biasanya diajurkan untuk minum susu khusus untuk kehamilan.

Omega 3 dan omega 6

Kandungan gizi omega 3 berperan penting dalam perkembangan otak, sel saraf, dan indera penglihatannya. Sumber makanan yang mengandung omega 3 diantaranya sayuran berwarna hijau, seperti kangkung, bayam, brokoli, juga ayam serta minyak dan biji-bijian. Sedangkan omega 6 bersama-sama dengan DHA membantu proses perkembangan otak pada janin. Sumber makanan yang mengandung Omega 6 ini banyak terkandung di dalam makanan nabati, seperti minyak kedalai dan minyak matahari.

Dengan demikian ke 6 nutrisi gizi yang meliputi asam folat, DHA, AA, kolin, omega 3, dan omega 6, sangat dibutuhkan bagi Ibu pada proses kehamilan untuk menunjang perkembangan otak pada janin yang sedang dikandung.

Demikian sedikit informasi tentang nutrisi gizi untuk perkembangan otak janin selama dalam kandungan ini dapat bermanfaat, dan menjadi inspirasi dalam menyiapkan asupan makanan yang bernutrisi gizi tinggi dan seimbang.

Read more ...

Kebutuhan Gizi Dasar Ibu Hamil

Sumber Makanan Nutrisi Gizi Dasar Ibu Hamil
Sumber kebutuhan gizi mendasar untuk menjaga kesehatan selama proses kehamilan meliputi : energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin (vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E), Mineral (kalsium, seng, yodium, dan zat besi), dan Serat yang tidak termasuk zat gizi tapi sangat diperlukan bagi ibu selama proses kehamilan.

Energi

Energi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk metabolisme. Pada trimester pertama kehamilan, ibu membutuhkan tambahan energi sebesar 180 kkal per hari dibandingkan dengan sebelum hamil. Karena itu, meski pada masa ini umumnya ibu hamil mengalami gejala mual dan muntah pada pagi hari, asupan makanan harus diupayakan tetap terjaga. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi makanan padat gizi berporsi kecil dengan intensitas makan lebih sering. Sementara itu, pada trimester kedua dan ketiga, ibu hamil membutuhkan tambahan energi 300 kkal per hari dibandingkan dengan sebelum hamil. Pertambahan energi ini disebabkanoleh peningkatan laju metabolisme basal. Selain itu, tambahan energi juga diperlukan untuk menjaga ketersediaan cadangan protein. Pertambahan energi ini terutama diperlukan pada 20 minggu terakhir dari masa kehamilan, yaitu ketika pertumbuhan janin berlangsung sangat pesat.

Protein

Protein dibutuhkan untuk membentuk proses tumbuh kembang janin agar dapat berlangsung optimal dan untuk pembentukan sel-sel darah merah baru di dalam tubuh janin. Dan untuk membentuk jaringan tubuh yang menyusun struktur organ seperti tulang dan otot. .
Ibu hamil membutuhkan protein kurang lebih 17 gram lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil per harinya. Peningkatan kebutuhan protein disebabkan oleh pertumbuhan plasenta, cairan ketuban, jaringan rahim, janin, dan kelenjar air susu. Selain itu, peningkatan kebutuhan protein jhuga disebabkan oleh peningkatan volume darah (hemoglobin) dan plasma protein. Cadangan protein juga penting untuk proses persalinan dan menyusui.
Sumber protein yang dikonsumsi sebaiknya dua pertiganya yang bernilai biologi tinggi, yakni protein yang mengandung semua jenis asam amino esensial. Misalnya, daging tak berlemak, ikan, telur, susu, dan hasil olahannya. Sumber protein nabati dari tumbuhan mempunyai nilai biologi lebih rendah dibandingkan dengan protein hewani. Karena itu, konsumsinya cukup sepertiga bagian.

Sumber makanan hewani mengandung protein
Daging sapi, daging babi, daging ayam, hati sapi, telur ayam, telur bebek, ikan segar, ikan asin, teri nasi kering, teri kering tawar, teri segar, udang segar, kerang, keju, sosis, susu sapi, dan Susu ksim (susu tak berlemak)

Sumber makanan nabati mengandung protein
Kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo, tahu, tempe, dan susu kedelai

Lemak

Lemak merupakan sumber energi yang vital untuk pertumbuhan jaringan plasenta dan janin. Bagi ibu hamil, lemak juga dapat disimpan sebagai cadangan tenaga untuk menjalani persalinan dan pemulihan pasca persalinan. Cadangan lemak yang tersedia dalam tubuh ibu hamil juga bermanfaat untuk membantu proses pembentukan ASI. Selain itu, asam lemak tak jenuh, yaitu Omega 3 dan Omega 6 merupakan asam lemak esensial yang penting untuk proses tumbuh kembang sel saraf dan sel otak janin.
Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada trimester ketiga. Akan tetapi, kebutuhannya tetap hanya 20-25% dari total kebutuhan energi tubuh. Karena itu, konsumsi lemak yang berlebihan bisa menyebabkan berat badan ibu hamil bertambah terlalu banyak dan meningkatkan tekanan darah. Dampak lebih lanjutnya, dikhawatirkan plasenta akan lepas dari dinding rahim.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber tambahan energi yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan. Pada trimester pertama kehamilan, energi yang berasal dari karbohidrat yang digunakan untuk membentuk sel-sel darah merah. Sementara itu, pada trimester ketiga, energi dari karbohidrat diperlukan untuk persiapan tenaga ibu dalam proses persalinan.
Pada masa kehamilan dianjurkan untuk mengkonsumsi karbohidrat sebanyak 50-60% dari total kebutuhan energi tubuh. Karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi, dan pasta. Kandungan seratnya dapat mencegah sembelit (susah buang air besar) yang sering terjadi pada saat kehamilan.

Sumber makanan karbohidrat
Nasi, jagung, kentang, singkong , roti, mie basah, mie kering, bihun, dan makaroni

Vitamin

Vitamin A
Selama pertumbuhan janin, vitamin A berperan dalam pergantian sel baru pada semua jaringan tubuh dan sel saraf, pembentukan tulang dan gigi, pencegah terjadinya kelainan bawaan pada bayi, serta meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan pertumbuhan janin terganggu, pertumbuhan sel-sel dalam tubuh kurang optimal, dan system kekebalan tubuh ibu hamil menurun. Kurang lebih 300 RE per hari dari sebelum hamil.

Vitamin B
Vitamin B memiliki beberapa jenis yang memiliki manfaat untuk tubuh bagi ibu hamil. Berikut ini adalah jenis vitamin B dan kegunaannya bagi Ibu hamil :
  • Vitamin B1 atau tiamin untuk meminimalisir morning sickness juga melancarkan pencernaan. Dan vitaminB1 ini sangat penting pada fase trimester akhir yang akan membantu dalam menyiapkan produksi ASI. Sumber makanan vitamin B1 ini di dapat dari hati, kacang-kacangan, dan gandum.
  • Vitamin B2 atau riboflavin yang berfungsi untukperkembangan janin di minggu pertama dan membantu mengurai makanan menjadi sari makanan yang dibutuhkan oleh janin selama dalamkandungan. Sumber makanan vitamin B2 ini di dapat dari susu, keju, jamur, brokoli, telur dan sayuran hijau.
  • Vitamin B3 dibutuhkan ibu hamil sebesar 18 mg, membantu ibu hamil pada trimester pertama dalam mengurangi mual dan muntah  dan membantu dalam membentuk sel otak janin. Sumber makanan vitamin B3 ini di dapat dari gandum, hati, sayuran hijau, kacang tanah, susu.
  • Vitamin B5 dibutuhkan ibu hamil sebesar 5 mg, yang berfungsi memelihara sel darah merah selama proses kehamilan. Sumber makanan vitamin B5 di dapat dari daging ayam, alpukat, semangka, dan ikan sarden.
  • Vitamin B6 atau pridoksin yang dibutuhkan dalam meningkatkan kekebalan tubuh selama proses kehamilan. Sumber makanan vitamin B6 di dapat dari gandum, ikan, susu,dan kacang kedelai.
  • Vitamin B12 yang dibutuhkan ibu hamil sebesar 2,6 mkg, dalam membentuk sistem saraf pusat janin dan sel darah merah. Sumber makanan vitamin B12 di dapat dari telur, susu, rumput laut, dan daging sapi.

Vitamin C
Vitamin C memiliki peranan yang cukup besar selama kehamilan. Berikut ini fungsi vitamin C selama kehamilan.
  • Membantu tubuh menyerap zat besi sehingga mencegah terjadinya anemia.
  • Memperkuat pembuluh darah dan mencegah pendarahan.
  • Mengurangi rasa sakit sebanyak 50% saat bekerja.
  • Mengurangi risiko infeksi setelah melahirkan.
  • Membantu pembentukan tulang dan persendian janin.  
  • Mengaktifkan kerja sel-sel darah putih dan meningkatkan system kekebalan tubuh.
  • Memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Pada waktu hamil, ibu dianjurkan untuk menambah asupan vitamin C sebanyak 10 mg per hari, yakni dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan segar dan sayuran hijau.

Vitamin D
Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelainan pada tulang. Namun, untuk orang di daerah tropis seperti di Negara kita, tak perlu risau akan kekurangan vitamin D. pesalnya, vitamin D dapat dengan mudah diperoleh dari pancaran sinar matahari.

Vitamin E
Vitamin ini direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari. Untuk ibu hamil,kebutuhannya sekitar 15 mg (22,5 IU) per hari. Adapun fungsi vitamin E dan fungsi komponen-komponen sel tubuh ibu dan janin, membentu pembentukan sel darh merah, dan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Vitamin E diantaranya terdapat dalam makanan berikut.
Brokoli, avokado, tomat, kecambah, bayam, sawi hijau, daun katuk, asparagus, minyak kedelai, minyak jagung, minyak kelapa sawit, dan Telur.

Mineral

Kalsium
Kebutuhan kalsium merupakan kebutuhan utama, baik untuk trimester pertama, kedua, maupun ketiga. Sebanyak 99% kalsium yang ibu konsumsi akan digunakan untuk membentuk tulang dan gigi janin. Kalsium juga digunakan untuk membentuk senyawa neurotransmitter (senyawa penghantar pesan dari atau ke otak) pada janin, sejalan dengan perkembangan system saraf pusat dan otaknya.
Kalsium termasuk makronimeral. Kebutuhan pada waktu kehamilan meningkat lumayan tinggi, dari 800 mg/hari menjadi 950 mg/hari. Jika kebutuhan kalsium ini tidak terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari, janin akan mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu. Akibatnya, rangka tulang ibu akan cepat rapuh karena terjadi demineralisasi dan ibu akan mengalami pengeroposan tulang dini. Karena itu, usahakan setiap hari Anda mengonsumsi makanan yang kaya kalsium.
Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada hubungan antara teh dengan penyerapan kalsium. Hanya saja pada ibu hamil, teh yang diminum jangan terlalu pekat karena menyebabkan diare dan mulas. Selain itu, teh mengandung kafein, meski tak banyak. Kafein dapat menstimulasi semua metabolism janin menjadi lebih cepat. Akibatnya, jantung bayi berdenyut lebih cepat dan ginjal bekerja lebih keras. Kondisi ini tidak baik bagi bayi. Sebaiknya teh juga diminum tak lebih dari 8 cangkir per hari.

Makanan Sumber Kalsium
Beras, kentang, kedelai, tahu, tempe, kacang tanah, kacang merah segar, mentimun, tauge, bayam kukus, buncis, pisang ambon, salak bali, telur bebek, telur ayam, teri kering, teri segar, belut, kerang, ikan mujair, susu skim bubuk, dan susu sapi.

Seng
Selama kehamilan,kebutuhan seng meningkat sebanyak 50%, terutama pada trimester ketiga. Pada trimester terakhir ini, seng sangat diperlukan untuk mengembangkan jaringan tisu di otak janin.
Kekurangan seng akan menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan, bahkan tidak menutupi kemungkinan akan terjadi kasus cebol (kretin) pada bayi yang dilahirkan. Selain itu, konsumsi seng yang tidak mencukupi akan mempengaruhi daya pengecap dan pembau si ibu. Hal ini akan berakibat pada penurunan nafsu makan si ibu.

Bahan makanan sumber seng
Tiram, gandum, wijen, kuning telur, daging sapi, pop corn, keju, daging ayam, dan tepung terigu.

Yodium
Zat yodium yang begitu mudah dijumpai pada garang dapur ternyata memegang peranan penting pada masa kehamilan.yodium merupakan bahan dasar hormone tioksin yang berfungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan otak bayi. ibu hamil dianjurkan untuk menambah asupan yodiumnya sebesar 50 mg/hari dari kebutuhan sebelum hamil yang hanya 150 mg/hari. Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk mengonsumsi suplemen kapsul yodium.
Kekurangan yodium bisa berakibat fatal terhadap janin dalam kandungan maupun pada bayi yang baru lahir.

Gangguan akibat kekurangan yodium pada janin dalam kandungan sebagai berikut.
  • Keguguran
  • Lahir mati
  • Kretinisme saraf (kemunduran mental, bisu, tuli)
  • Kretinisime (gejala dwarfisme atau cebol)

Sementara itu,gangguan kekurangan yodium pada bayi lahir sebagai berikut.
  • Gondok neonates (gondok pada bayi baru lahir)
  • Gangguan perkembangan otak dini

Makanan yang mengandung yodium
Ganggang laut kering, garam beryodium, minyak ikan cod, udang lobster, kerang, tiram, bayam, ikan sardine, susu, telur ayam, dan daging sapi.

Zat Besi
Kehadiran janin dirahim Anda menyebabkan produksi sel darah meningkat 2-30%. Untuk membentuk sel-sel darah baru, sumsum tulang belakang janin juga membutuhkan 500 mg. zat besi untuk menjalankan proses metabolismenya dengan baik. Secara keseluruhan, penggunaan zat besi di dalam tubuh ibu hamil mengalami peningkatan sebanyak 800 mg.
Pada trimester pertama, tambahan zat besi belum begitu di butuhkan. Pada trimester kedua, kebutuhan zat besi menjadi 35 mg per hari per berat badan. Selanjutnya, pada trimester meningkat menjadi 39 mg per hari per berat badan. Memasuki trimester ketiga, banyak wanita hamil mengalami kekurangan zat besi karena kurang menjaga makanannya. Pasalnya, jhanin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama kelahirannya.
Jika kekurangan zat besi, ibu hamil akan mengalami anemia (HB < 11 g/%) dan metabolisme terganggu. Akibatnya, daya tahan tubuh dan kemampuan kerja organ tubuh menurun. Dalam keadaan seperti ini, tidak menutup kemungkinan akan terjadi keguguran atau bayi lahir premature. Bayi yang lahir pun kemungkinan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).
Selain itu, dikhawatirkan tubuh ibu tidak mampu mengembalikan persediaan darah yang selama proses persalinan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk nenerhatikan asupan zat besi pada trimester ketiga.

Anemia pada ibu hamil ditandai dengan gajala seperti barikut :
  • Merasa letih dan lemah
  • Pusing
  • Wajah pucat
  • Kurang nafsu makan
  • Daya tahan tubuh menurun
  • Kebugaran tubuh menurun
  • Gangguan penyembuhan luka
Makanan yang mengandung zat besi
Daging sapi, hati, daging ayam, ikan, tempe, kacang merah, wijen, kacang kedelai, bayam, sawi hijau, brokoli, daun singkong, kangkung, dan susu.

Serat

Meskipun serat tidak termasuk golongan zat gizi, tapi keberadaan serat sangat diperlukan. Serat dibutuhkan untuk membentuk bulk (volume) dalam usus. Ini sangat dibutuhkan membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit yang sering terjadi pada ibu hamil.
Sembelit memang sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormone progesterone yang membuat system kerja pencernaan di usus berjalan lambat, sehingga makanan dan air sulit diserap. Selain itu, sembelit juga disebabkan oleh pertumbuhan janin yang semakin membesar sehingga menekan usus dan anus ibu.
Jika sembelit tidak teratasi, bisa terjadi pendarahan di anus. Karena itu, ibu hamil disarankan untuk memperbanyak konsumsi serat yang bisa diperoleh dari buah, sayur, beras, dan kacang-kacangan. Banyaknya serat yang dianjurkan untuk dikonsumsi pada waktu hamil adalah sebesar 20 gram per hari. Selain itu, dianjurkan juga untuk memperbanyak minum air putih.

Apakah ulasan tentang Kebutuhan Gizi Dasar Ibu Hamil ini memberikan wawasan bagi Anda dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu hamil untuk menjaga kesehatan selama proses kehamilan dan janin yang yang dikandung ?

Selanjutnya silahkan kunjungi posting lainnya mengenai pembahasan seputar nutrisi gizi yang dibutuhkan tubuh manusia.
Read more ...

Pengaturan Gizi Ibu Hamil

Salam sejahtera, mudah-mudahan sehat juga kehamilan dan janin Anda. Saat ini kami mengulas tentang Pengaturan Gizi Ibu Hamil, mengenai makanan bernutrisi gizi tinggi dan seimbang sangat penting bagi para ibu hamil juga janin yang sedang dikandung. Pengaturan gizi selama kehamilan mulai dari fase trimester sampai menjelang persalinan perlu diperhatikan. Makanan bernutrisi gizi itu sangat penting, untuk kesehatan ibu juga untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Dan juga mencegah segala kemungkinan yang tidak Anda inginkan selama proses kehamilan ataupun setelah persalinan.

Anda sebagai ibu hamil harus memahami pentingnya pengaturan gizi selama kehamilan. Berikut ini tujuan pengaturan gizi selama kehamilan :
  • Ibu hamil dan janin tercukupi kebutuhan zat gizinya, seperti : energi, protein bernilai biologi tinggi, vitamin, mineral, dan cairan.
  • Status gizi ibu hamil normal sehingga dapat menjalani kehamilan dengan baik dan aman, serta bayi yang dilahirkan sehat secara fisik dan mental.
  • Makanan yang dikonsumsi membentuk lebih banyak jaringan tubuh, bukan lemak.
  • Masalah kurangnya asupan makanan karena mual dan muntah dapat teratasi.
  • Masalah ibu hamil yang menderita diabetes, enemia, hipertensi dapat diatur makanannya sehingga tidak menyulitkan selama kehamilan.
  • Ibu memperoleh energi yang cukup untuk menyusui dan merawat bayi yang dilahirkan kelak.

Kebutuhan Gizi Dasar Ibu Hamil

Sumber kebutuhan gizi mendasar untuk menjaga kesehatan Ibu hamil dan tentunya janin yang dikandung selama proses kehamilan meliputi : energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin (vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E), Mineral (kalsium, seng, yodium, dan zat besi), dan Serat yang tidak termasuk zat gizi tapi sangat diperlukan bagi ibu selama proses kehamilan.


Untuk ulasan yang lebih lengkap mengenai kebutuhan gizi dasar ibu hamil silahkan kunjungi post selanjutnya mengenai : Kebutuhan Gizi Dasar Ibu Hamil

Nah, ibu-ibu apakah Anda mendapat sedikit ilmu dengan tulisan kami ini ? mudah-mudahan sedikit ulasan Pengaturan Gizi Ibu Hamil ini, menjadikan inspirasi dan bermanfaat bagi Anda.

Read more ...

Status Gizi Ibu Hamil

Pertumbuhan janin dalam kandungan dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil yang berkaitan erat dengan berat badan ibu sebelum hamil. Status gizi menentukan berapa kenaikan badan yang ideal pada ibu saat hamil. Untuk orang dewasa 19 - 70 tahun, status gizi dapat dinilai dengan menghitung indeks masa tubuh (IMT).

Rumus perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT)

IMT  =     Berat Badan (kg)   
              {Tinggi Badan (m)}2

Kategori Perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT) sebagai berikut :
1.KurangIMT < 18,5
2.NormalIMT 18,5 - 25,0
3.OverwightIMT 25,1 - 27,0
4.ObesitasIMT > 27,0

Sebagai contoh : Ibu hamil mempunyai berat badan 50 kg dan tinggi badan 160 cm. Status gizinya dapat ditentukan dengan perhitungan IMT sebagai berikut.

IMT    50   
              (1,6)2

IMT  =  19,5

Dengan nilai IMT 19,5 maka akan diketahui jika status gizi Ibu hamil tergolong normal.

Status gizi orang dewasa juga dapat dihitung dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA) menggunakan pita pengukur LILA. Jika lingkar lengan atas anda lebih atau sama dengan 23,5 cm berarti status gizi Anda normal.

Factor dari diri si ibu maupun dari lingkungan dapat mempengaruhi status gizi ibu hamil. Di bawah ini adalah beberapa hal yang mempengaruhi gizi ibu pada waktu hamil.
  • Semakin tua usia kehamilan ibu, energi yang dibutuhkan pada waktu hamil juga semakin tinggi.
  • Berat badan ibu hamil menentukan berapa banyak asupan makanan yang harus di konsumsi ibu hamil. Dengan tujuan, kebutuhan gizi janin tercukupi dan bayi yang akan lahir dengan berat badan normal.
  • Jika aktivitas ibu hamil tinggi, tentu kebutuhan energinya juga akan semakin tinggi.
  • Ibu hamil yang sedang sakit biasanya nafsu makannya akan menurun. Untuk antisipasinya ketika keadaan sakit, sebaiknya ibu hamil mendapat tambahan suplemen protein, zat besi, juga yang lainnya agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.
  • Pengetahuan gizi kehamilan diperlukan oleh seorang ibu hamil dalam merencanakan menu makanannya. Mengatur makanan terutama untuk menangani keluhan-keluhan kehamilan pada setiap trimesternya. Pada trimester awal kehamilan biasanya ada keluhan mual juga muntah. Sehingga selera makanannya pasti berkurang, yang biasanya berdampak pada asupan makanannya. Ibu bisa menyiasati dengan makan sedikit-sedikit, tetapi intensitasnya lebih sering. Makanannya pun harus dipilih yang segar dan tidak mengandung lemak karena akan merangsang mual dan muntah. Dianjurkan untuk mengkonsumsi buah segar atau dibuat jus, sayuran, kue kering, dan seafood. Sehingga kebutuhan gizi Ibu hamil tetap terpenuhi,
  • Keadaan ekonomi keluarga akan mempengaruhi pemilihan ragam dan kualitas bahan makanan. Oleh karena itu, ibu harus pandai memilih bahan makanan bergizi yang tidak harus mahal. Misalnya, untuk mengambil manfaat protein hewani, Anda dapat membeli ikan segar, telur ayam, telur puyuh, dan ikan teri sebagai pengganti daging sapi. Karena harganya relative lebih murah, bahan-bahan tersebut mengandung protein yang sama baiknya dengan daging sapi.
  • Pantangan makanan karena kepercayaan terhadap adat juga pengaruh budaya, hal itu dapat mempengaruhi asupan makanan pada ibu hamil. Salah satu contoh kasus, ada kepercayaan bahwa pada waktu hamil ibu dilarang makan ikan, karena dikhawatirkan bayinya cacingan dan berbau amis. Padahal, konsumsi ikan terutama ikan laut justru sangat dianjurkan karena mengandung Omega 3 dan Omega 6 yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak janin dalam kandungan.

Tanda-tanda Kecukupan Gizi pada Ibu Hamil
StatusTanda Kecukupan Gizi
Berat badanNormal (berat badan sesuai dengan tinggi badan)
BibirWarna tidak pucat, lembab, dan tidak bengkak
GusiMerah normal dan tidak ada pendarahan
GigiBersih, mengkilap, tidak berlubang, dan tidak ada pendarahan
JantungDetak dan irama jantung normal, tekanan darah normal
Keadaan umumGesit dan responsive
KulitTidak kusam, cukup lembap, dan tidak kering
KukuKeras dan warnanya kemerahan
KelenjarTidak ada pembesaran
KakiTidak bengkak
LeherWarna sama dengan muka, cukup lembap, tampak segar, dan sehat
MukaWarna sama dengan leher, cukup lembap, tampak segar dan sehat
MulutTidak ada luka
MataBersih, bersinar, selaput besar berwarna merah, dan tidak ada pendarahan
OtotKuat, kenyal, dan di bawah kulit sedikit lemaknya
Postur tubuhTegak, lengan, dan tungkai lurus
PencarnaanNafsu makan baik
RambutMengkilap, tidak rontok, dan kulit kepala bersih
SarafReflex normal, mental stabil, dan tidak mudah tersinggung
Vasilitas umumDaya tahan tubuh baik, semangat, cukup tidur, dan energik
Berat badan sebelum hamil mempengaruhi pada berat badan ideal selama kehamilan.
  • Jika sebelum hamil berat badan ibu dibawah normal (Kurus), pada trimester awal idealnya naik 2,25 kg. selanjutnya, berat badan akan terus naik minimum 450 gram perminggunya. Dengan demikian, total kenaikan berat badan selama kehamilan 13-18 kg.
  • Jika sebelum hamil berat badan ibu itu normal, pada trimester pertama idealnya berat badan naik 1,5 kg. selanjutnya, berat badan akan terus naik minimum 450 gram per minggunya. Dengan demikian, total kenaikan berat badan selama kehamilan 11-16 kg.
  • Namun, jika sebelum hamil berat badan ibu di atas normal (gemuk), pada trimester awal idealnya hanya naik 300 gram. Dengan demikian, total kenaikan selama kehamilan hanya 7-11 kg.

Kenaikan berat badan selama kehamilan berdasarkan status gizi ibu sebelum hamil
Status Gizi ibu sebelum Hamil
(IMT)
Total Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan
(Kg)
Kurang (Kurus)13-18
Normal11-16
Overweight7-11
Obesitas7

Kenaikan berat badan ini tidak hanya disebabkan oleh membesarnya janin. tapi, juga karena membesarnya jaringan plasenta dan jaringan lain pada tubuh ibu.

Persentase Pembesaran Jaringan pada Tubuh Ibu Selama Hamil
Janin25-27%
Plasenta5%
Cairan Amnion6%
Volume Darah10%
Payudara dan Uterus11%
Cairan Ekstraseluler13%
Pertambahan Jaringan Lemak25-27%

Kenaikan berat badan pada trimester pertama sepenuhnya tertuju untuk kebutuhan ibu, tapi bukan berarti janin dalam kandungannya tidak tumbuh dan tidak membutuhkan suplai makanan. Selama trimester kedua, porsi penambahan berat badan adalah 60% untuk ibu sebagai cadangan lemak, dan 40% untuk janin. Selanjutrnya pada trimester ketiga 60% penambahan berat untuk janin, dan 40% untuk ibu. Presentase itu memang bukan angka yang pasti dan tidak semua kehamilan bakal seperti itu. Berat bayi lahir tidak ditentukan sepenuhnya oleh banyaknya makanan dan kenaikan berat badan ibu hamil, tetapi juga tergantung pada kebutuhan gizi masing-masing bayi. Jika sebelum hamil berat badan ibu di bawah normal, makanan yang dimakan setiap harinya sangat besar perannya pada peningkatan berat bayi. Berat badan bayi ketika lahir merupakan salah satu indicator kesehatannya pada masa depan.

Demikian pembahasan tentang Status Gizi Ibu Hamil mudah-mudahan menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi Anda yang khususnya bagi Ibu Hamil.

Read more ...

Menu Lengkap Balita | Menu Gizi Balita | Nutrisi Gizi Balita | Peran Gizi | Kandungan Gizi | Tips cerdik memilih bahan makanan | Perkembangan balita | Tumbuh kembang balita | Cara pemberian makanan | Trik menyiasati masalah susah makan | Masalah gizi | Kesehatan | Gizi lengkap seimbang | Angka kecukupan gizi | Sumber gizi | Manfaat gizi | Ahli Gizi | Pola Asuh | Makanan hewani | Makanan nabati | Psikososial | Komplikasi ortopedik | Self-image negative | Kesehatan tubuh | Daya tahan tubuh | Protein Energy Malnutrition | Kebutuhan anak | Healthy | Vitamin | Zat gizi | Perilaku masalah makan | keterampilan makan balita | Pola makan | Penyebab masalah makan | Cara mengatasi masalah | Menu makan | WHO | Nafsu makan | Praktisi Gizi | Vegetable food | Animal foods | Healthy food | Body endurance | Growth and development | The role of nutrition | Food menu | Nutritional problems | source of nutrition | Nutrisi Gizi Ibu Hamil | Kebutuhan Nutrisi Gizi | Nutrisi Gizi Kehamilan | Status Gizi