Kebutuhan Gizi Dasar Ibu Hamil

Sumber Makanan Nutrisi Gizi Dasar Ibu Hamil
Sumber kebutuhan gizi mendasar untuk menjaga kesehatan selama proses kehamilan meliputi : energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin (vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E), Mineral (kalsium, seng, yodium, dan zat besi), dan Serat yang tidak termasuk zat gizi tapi sangat diperlukan bagi ibu selama proses kehamilan.

Energi

Energi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk metabolisme. Pada trimester pertama kehamilan, ibu membutuhkan tambahan energi sebesar 180 kkal per hari dibandingkan dengan sebelum hamil. Karena itu, meski pada masa ini umumnya ibu hamil mengalami gejala mual dan muntah pada pagi hari, asupan makanan harus diupayakan tetap terjaga. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi makanan padat gizi berporsi kecil dengan intensitas makan lebih sering. Sementara itu, pada trimester kedua dan ketiga, ibu hamil membutuhkan tambahan energi 300 kkal per hari dibandingkan dengan sebelum hamil. Pertambahan energi ini disebabkanoleh peningkatan laju metabolisme basal. Selain itu, tambahan energi juga diperlukan untuk menjaga ketersediaan cadangan protein. Pertambahan energi ini terutama diperlukan pada 20 minggu terakhir dari masa kehamilan, yaitu ketika pertumbuhan janin berlangsung sangat pesat.

Protein

Protein dibutuhkan untuk membentuk proses tumbuh kembang janin agar dapat berlangsung optimal dan untuk pembentukan sel-sel darah merah baru di dalam tubuh janin. Dan untuk membentuk jaringan tubuh yang menyusun struktur organ seperti tulang dan otot. .
Ibu hamil membutuhkan protein kurang lebih 17 gram lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil per harinya. Peningkatan kebutuhan protein disebabkan oleh pertumbuhan plasenta, cairan ketuban, jaringan rahim, janin, dan kelenjar air susu. Selain itu, peningkatan kebutuhan protein jhuga disebabkan oleh peningkatan volume darah (hemoglobin) dan plasma protein. Cadangan protein juga penting untuk proses persalinan dan menyusui.
Sumber protein yang dikonsumsi sebaiknya dua pertiganya yang bernilai biologi tinggi, yakni protein yang mengandung semua jenis asam amino esensial. Misalnya, daging tak berlemak, ikan, telur, susu, dan hasil olahannya. Sumber protein nabati dari tumbuhan mempunyai nilai biologi lebih rendah dibandingkan dengan protein hewani. Karena itu, konsumsinya cukup sepertiga bagian.

Sumber makanan hewani mengandung protein
Daging sapi, daging babi, daging ayam, hati sapi, telur ayam, telur bebek, ikan segar, ikan asin, teri nasi kering, teri kering tawar, teri segar, udang segar, kerang, keju, sosis, susu sapi, dan Susu ksim (susu tak berlemak)

Sumber makanan nabati mengandung protein
Kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo, tahu, tempe, dan susu kedelai

Lemak

Lemak merupakan sumber energi yang vital untuk pertumbuhan jaringan plasenta dan janin. Bagi ibu hamil, lemak juga dapat disimpan sebagai cadangan tenaga untuk menjalani persalinan dan pemulihan pasca persalinan. Cadangan lemak yang tersedia dalam tubuh ibu hamil juga bermanfaat untuk membantu proses pembentukan ASI. Selain itu, asam lemak tak jenuh, yaitu Omega 3 dan Omega 6 merupakan asam lemak esensial yang penting untuk proses tumbuh kembang sel saraf dan sel otak janin.
Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada trimester ketiga. Akan tetapi, kebutuhannya tetap hanya 20-25% dari total kebutuhan energi tubuh. Karena itu, konsumsi lemak yang berlebihan bisa menyebabkan berat badan ibu hamil bertambah terlalu banyak dan meningkatkan tekanan darah. Dampak lebih lanjutnya, dikhawatirkan plasenta akan lepas dari dinding rahim.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber tambahan energi yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan. Pada trimester pertama kehamilan, energi yang berasal dari karbohidrat yang digunakan untuk membentuk sel-sel darah merah. Sementara itu, pada trimester ketiga, energi dari karbohidrat diperlukan untuk persiapan tenaga ibu dalam proses persalinan.
Pada masa kehamilan dianjurkan untuk mengkonsumsi karbohidrat sebanyak 50-60% dari total kebutuhan energi tubuh. Karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi, dan pasta. Kandungan seratnya dapat mencegah sembelit (susah buang air besar) yang sering terjadi pada saat kehamilan.

Sumber makanan karbohidrat
Nasi, jagung, kentang, singkong , roti, mie basah, mie kering, bihun, dan makaroni

Vitamin

Vitamin A
Selama pertumbuhan janin, vitamin A berperan dalam pergantian sel baru pada semua jaringan tubuh dan sel saraf, pembentukan tulang dan gigi, pencegah terjadinya kelainan bawaan pada bayi, serta meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan pertumbuhan janin terganggu, pertumbuhan sel-sel dalam tubuh kurang optimal, dan system kekebalan tubuh ibu hamil menurun. Kurang lebih 300 RE per hari dari sebelum hamil.

Vitamin B
Vitamin B memiliki beberapa jenis yang memiliki manfaat untuk tubuh bagi ibu hamil. Berikut ini adalah jenis vitamin B dan kegunaannya bagi Ibu hamil :
  • Vitamin B1 atau tiamin untuk meminimalisir morning sickness juga melancarkan pencernaan. Dan vitaminB1 ini sangat penting pada fase trimester akhir yang akan membantu dalam menyiapkan produksi ASI. Sumber makanan vitamin B1 ini di dapat dari hati, kacang-kacangan, dan gandum.
  • Vitamin B2 atau riboflavin yang berfungsi untukperkembangan janin di minggu pertama dan membantu mengurai makanan menjadi sari makanan yang dibutuhkan oleh janin selama dalamkandungan. Sumber makanan vitamin B2 ini di dapat dari susu, keju, jamur, brokoli, telur dan sayuran hijau.
  • Vitamin B3 dibutuhkan ibu hamil sebesar 18 mg, membantu ibu hamil pada trimester pertama dalam mengurangi mual dan muntah  dan membantu dalam membentuk sel otak janin. Sumber makanan vitamin B3 ini di dapat dari gandum, hati, sayuran hijau, kacang tanah, susu.
  • Vitamin B5 dibutuhkan ibu hamil sebesar 5 mg, yang berfungsi memelihara sel darah merah selama proses kehamilan. Sumber makanan vitamin B5 di dapat dari daging ayam, alpukat, semangka, dan ikan sarden.
  • Vitamin B6 atau pridoksin yang dibutuhkan dalam meningkatkan kekebalan tubuh selama proses kehamilan. Sumber makanan vitamin B6 di dapat dari gandum, ikan, susu,dan kacang kedelai.
  • Vitamin B12 yang dibutuhkan ibu hamil sebesar 2,6 mkg, dalam membentuk sistem saraf pusat janin dan sel darah merah. Sumber makanan vitamin B12 di dapat dari telur, susu, rumput laut, dan daging sapi.

Vitamin C
Vitamin C memiliki peranan yang cukup besar selama kehamilan. Berikut ini fungsi vitamin C selama kehamilan.
  • Membantu tubuh menyerap zat besi sehingga mencegah terjadinya anemia.
  • Memperkuat pembuluh darah dan mencegah pendarahan.
  • Mengurangi rasa sakit sebanyak 50% saat bekerja.
  • Mengurangi risiko infeksi setelah melahirkan.
  • Membantu pembentukan tulang dan persendian janin.  
  • Mengaktifkan kerja sel-sel darah putih dan meningkatkan system kekebalan tubuh.
  • Memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Pada waktu hamil, ibu dianjurkan untuk menambah asupan vitamin C sebanyak 10 mg per hari, yakni dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan segar dan sayuran hijau.

Vitamin D
Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelainan pada tulang. Namun, untuk orang di daerah tropis seperti di Negara kita, tak perlu risau akan kekurangan vitamin D. pesalnya, vitamin D dapat dengan mudah diperoleh dari pancaran sinar matahari.

Vitamin E
Vitamin ini direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari. Untuk ibu hamil,kebutuhannya sekitar 15 mg (22,5 IU) per hari. Adapun fungsi vitamin E dan fungsi komponen-komponen sel tubuh ibu dan janin, membentu pembentukan sel darh merah, dan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Vitamin E diantaranya terdapat dalam makanan berikut.
Brokoli, avokado, tomat, kecambah, bayam, sawi hijau, daun katuk, asparagus, minyak kedelai, minyak jagung, minyak kelapa sawit, dan Telur.

Mineral

Kalsium
Kebutuhan kalsium merupakan kebutuhan utama, baik untuk trimester pertama, kedua, maupun ketiga. Sebanyak 99% kalsium yang ibu konsumsi akan digunakan untuk membentuk tulang dan gigi janin. Kalsium juga digunakan untuk membentuk senyawa neurotransmitter (senyawa penghantar pesan dari atau ke otak) pada janin, sejalan dengan perkembangan system saraf pusat dan otaknya.
Kalsium termasuk makronimeral. Kebutuhan pada waktu kehamilan meningkat lumayan tinggi, dari 800 mg/hari menjadi 950 mg/hari. Jika kebutuhan kalsium ini tidak terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari, janin akan mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu. Akibatnya, rangka tulang ibu akan cepat rapuh karena terjadi demineralisasi dan ibu akan mengalami pengeroposan tulang dini. Karena itu, usahakan setiap hari Anda mengonsumsi makanan yang kaya kalsium.
Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada hubungan antara teh dengan penyerapan kalsium. Hanya saja pada ibu hamil, teh yang diminum jangan terlalu pekat karena menyebabkan diare dan mulas. Selain itu, teh mengandung kafein, meski tak banyak. Kafein dapat menstimulasi semua metabolism janin menjadi lebih cepat. Akibatnya, jantung bayi berdenyut lebih cepat dan ginjal bekerja lebih keras. Kondisi ini tidak baik bagi bayi. Sebaiknya teh juga diminum tak lebih dari 8 cangkir per hari.

Makanan Sumber Kalsium
Beras, kentang, kedelai, tahu, tempe, kacang tanah, kacang merah segar, mentimun, tauge, bayam kukus, buncis, pisang ambon, salak bali, telur bebek, telur ayam, teri kering, teri segar, belut, kerang, ikan mujair, susu skim bubuk, dan susu sapi.

Seng
Selama kehamilan,kebutuhan seng meningkat sebanyak 50%, terutama pada trimester ketiga. Pada trimester terakhir ini, seng sangat diperlukan untuk mengembangkan jaringan tisu di otak janin.
Kekurangan seng akan menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan, bahkan tidak menutupi kemungkinan akan terjadi kasus cebol (kretin) pada bayi yang dilahirkan. Selain itu, konsumsi seng yang tidak mencukupi akan mempengaruhi daya pengecap dan pembau si ibu. Hal ini akan berakibat pada penurunan nafsu makan si ibu.

Bahan makanan sumber seng
Tiram, gandum, wijen, kuning telur, daging sapi, pop corn, keju, daging ayam, dan tepung terigu.

Yodium
Zat yodium yang begitu mudah dijumpai pada garang dapur ternyata memegang peranan penting pada masa kehamilan.yodium merupakan bahan dasar hormone tioksin yang berfungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan otak bayi. ibu hamil dianjurkan untuk menambah asupan yodiumnya sebesar 50 mg/hari dari kebutuhan sebelum hamil yang hanya 150 mg/hari. Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk mengonsumsi suplemen kapsul yodium.
Kekurangan yodium bisa berakibat fatal terhadap janin dalam kandungan maupun pada bayi yang baru lahir.

Gangguan akibat kekurangan yodium pada janin dalam kandungan sebagai berikut.
  • Keguguran
  • Lahir mati
  • Kretinisme saraf (kemunduran mental, bisu, tuli)
  • Kretinisime (gejala dwarfisme atau cebol)

Sementara itu,gangguan kekurangan yodium pada bayi lahir sebagai berikut.
  • Gondok neonates (gondok pada bayi baru lahir)
  • Gangguan perkembangan otak dini

Makanan yang mengandung yodium
Ganggang laut kering, garam beryodium, minyak ikan cod, udang lobster, kerang, tiram, bayam, ikan sardine, susu, telur ayam, dan daging sapi.

Zat Besi
Kehadiran janin dirahim Anda menyebabkan produksi sel darah meningkat 2-30%. Untuk membentuk sel-sel darah baru, sumsum tulang belakang janin juga membutuhkan 500 mg. zat besi untuk menjalankan proses metabolismenya dengan baik. Secara keseluruhan, penggunaan zat besi di dalam tubuh ibu hamil mengalami peningkatan sebanyak 800 mg.
Pada trimester pertama, tambahan zat besi belum begitu di butuhkan. Pada trimester kedua, kebutuhan zat besi menjadi 35 mg per hari per berat badan. Selanjutnya, pada trimester meningkat menjadi 39 mg per hari per berat badan. Memasuki trimester ketiga, banyak wanita hamil mengalami kekurangan zat besi karena kurang menjaga makanannya. Pasalnya, jhanin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama kelahirannya.
Jika kekurangan zat besi, ibu hamil akan mengalami anemia (HB < 11 g/%) dan metabolisme terganggu. Akibatnya, daya tahan tubuh dan kemampuan kerja organ tubuh menurun. Dalam keadaan seperti ini, tidak menutup kemungkinan akan terjadi keguguran atau bayi lahir premature. Bayi yang lahir pun kemungkinan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).
Selain itu, dikhawatirkan tubuh ibu tidak mampu mengembalikan persediaan darah yang selama proses persalinan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk nenerhatikan asupan zat besi pada trimester ketiga.

Anemia pada ibu hamil ditandai dengan gajala seperti barikut :
  • Merasa letih dan lemah
  • Pusing
  • Wajah pucat
  • Kurang nafsu makan
  • Daya tahan tubuh menurun
  • Kebugaran tubuh menurun
  • Gangguan penyembuhan luka
Makanan yang mengandung zat besi
Daging sapi, hati, daging ayam, ikan, tempe, kacang merah, wijen, kacang kedelai, bayam, sawi hijau, brokoli, daun singkong, kangkung, dan susu.

Serat

Meskipun serat tidak termasuk golongan zat gizi, tapi keberadaan serat sangat diperlukan. Serat dibutuhkan untuk membentuk bulk (volume) dalam usus. Ini sangat dibutuhkan membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit yang sering terjadi pada ibu hamil.
Sembelit memang sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormone progesterone yang membuat system kerja pencernaan di usus berjalan lambat, sehingga makanan dan air sulit diserap. Selain itu, sembelit juga disebabkan oleh pertumbuhan janin yang semakin membesar sehingga menekan usus dan anus ibu.
Jika sembelit tidak teratasi, bisa terjadi pendarahan di anus. Karena itu, ibu hamil disarankan untuk memperbanyak konsumsi serat yang bisa diperoleh dari buah, sayur, beras, dan kacang-kacangan. Banyaknya serat yang dianjurkan untuk dikonsumsi pada waktu hamil adalah sebesar 20 gram per hari. Selain itu, dianjurkan juga untuk memperbanyak minum air putih.

Apakah ulasan tentang Kebutuhan Gizi Dasar Ibu Hamil ini memberikan wawasan bagi Anda dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu hamil untuk menjaga kesehatan selama proses kehamilan dan janin yang yang dikandung ?

Selanjutnya silahkan kunjungi posting lainnya mengenai pembahasan seputar nutrisi gizi yang dibutuhkan tubuh manusia.
Read more ...

Pengaturan Gizi Ibu Hamil

Salam sejahtera, mudah-mudahan sehat juga kehamilan dan janin Anda. Saat ini kami mengulas tentang Pengaturan Gizi Ibu Hamil, mengenai makanan bernutrisi gizi tinggi dan seimbang sangat penting bagi para ibu hamil juga janin yang sedang dikandung. Pengaturan gizi selama kehamilan mulai dari fase trimester sampai menjelang persalinan perlu diperhatikan. Makanan bernutrisi gizi itu sangat penting, untuk kesehatan ibu juga untuk tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Dan juga mencegah segala kemungkinan yang tidak Anda inginkan selama proses kehamilan ataupun setelah persalinan.

Anda sebagai ibu hamil harus memahami pentingnya pengaturan gizi selama kehamilan. Berikut ini tujuan pengaturan gizi selama kehamilan :
  • Ibu hamil dan janin tercukupi kebutuhan zat gizinya, seperti : energi, protein bernilai biologi tinggi, vitamin, mineral, dan cairan.
  • Status gizi ibu hamil normal sehingga dapat menjalani kehamilan dengan baik dan aman, serta bayi yang dilahirkan sehat secara fisik dan mental.
  • Makanan yang dikonsumsi membentuk lebih banyak jaringan tubuh, bukan lemak.
  • Masalah kurangnya asupan makanan karena mual dan muntah dapat teratasi.
  • Masalah ibu hamil yang menderita diabetes, enemia, hipertensi dapat diatur makanannya sehingga tidak menyulitkan selama kehamilan.
  • Ibu memperoleh energi yang cukup untuk menyusui dan merawat bayi yang dilahirkan kelak.

Kebutuhan Gizi Dasar Ibu Hamil

Sumber kebutuhan gizi mendasar untuk menjaga kesehatan Ibu hamil dan tentunya janin yang dikandung selama proses kehamilan meliputi : energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin (vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E), Mineral (kalsium, seng, yodium, dan zat besi), dan Serat yang tidak termasuk zat gizi tapi sangat diperlukan bagi ibu selama proses kehamilan.


Untuk ulasan yang lebih lengkap mengenai kebutuhan gizi dasar ibu hamil silahkan kunjungi post selanjutnya mengenai : Kebutuhan Gizi Dasar Ibu Hamil

Nah, ibu-ibu apakah Anda mendapat sedikit ilmu dengan tulisan kami ini ? mudah-mudahan sedikit ulasan Pengaturan Gizi Ibu Hamil ini, menjadikan inspirasi dan bermanfaat bagi Anda.

Read more ...

Status Gizi Ibu Hamil

Pertumbuhan janin dalam kandungan dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil yang berkaitan erat dengan berat badan ibu sebelum hamil. Status gizi menentukan berapa kenaikan badan yang ideal pada ibu saat hamil. Untuk orang dewasa 19 - 70 tahun, status gizi dapat dinilai dengan menghitung indeks masa tubuh (IMT).

Rumus perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT)

IMT  =     Berat Badan (kg)   
              {Tinggi Badan (m)}2

Kategori Perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT) sebagai berikut :
1.KurangIMT < 18,5
2.NormalIMT 18,5 - 25,0
3.OverwightIMT 25,1 - 27,0
4.ObesitasIMT > 27,0

Sebagai contoh : Ibu hamil mempunyai berat badan 50 kg dan tinggi badan 160 cm. Status gizinya dapat ditentukan dengan perhitungan IMT sebagai berikut.

IMT    50   
              (1,6)2

IMT  =  19,5

Dengan nilai IMT 19,5 maka akan diketahui jika status gizi Ibu hamil tergolong normal.

Status gizi orang dewasa juga dapat dihitung dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA) menggunakan pita pengukur LILA. Jika lingkar lengan atas anda lebih atau sama dengan 23,5 cm berarti status gizi Anda normal.

Factor dari diri si ibu maupun dari lingkungan dapat mempengaruhi status gizi ibu hamil. Di bawah ini adalah beberapa hal yang mempengaruhi gizi ibu pada waktu hamil.
  • Semakin tua usia kehamilan ibu, energi yang dibutuhkan pada waktu hamil juga semakin tinggi.
  • Berat badan ibu hamil menentukan berapa banyak asupan makanan yang harus di konsumsi ibu hamil. Dengan tujuan, kebutuhan gizi janin tercukupi dan bayi yang akan lahir dengan berat badan normal.
  • Jika aktivitas ibu hamil tinggi, tentu kebutuhan energinya juga akan semakin tinggi.
  • Ibu hamil yang sedang sakit biasanya nafsu makannya akan menurun. Untuk antisipasinya ketika keadaan sakit, sebaiknya ibu hamil mendapat tambahan suplemen protein, zat besi, juga yang lainnya agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.
  • Pengetahuan gizi kehamilan diperlukan oleh seorang ibu hamil dalam merencanakan menu makanannya. Mengatur makanan terutama untuk menangani keluhan-keluhan kehamilan pada setiap trimesternya. Pada trimester awal kehamilan biasanya ada keluhan mual juga muntah. Sehingga selera makanannya pasti berkurang, yang biasanya berdampak pada asupan makanannya. Ibu bisa menyiasati dengan makan sedikit-sedikit, tetapi intensitasnya lebih sering. Makanannya pun harus dipilih yang segar dan tidak mengandung lemak karena akan merangsang mual dan muntah. Dianjurkan untuk mengkonsumsi buah segar atau dibuat jus, sayuran, kue kering, dan seafood. Sehingga kebutuhan gizi Ibu hamil tetap terpenuhi,
  • Keadaan ekonomi keluarga akan mempengaruhi pemilihan ragam dan kualitas bahan makanan. Oleh karena itu, ibu harus pandai memilih bahan makanan bergizi yang tidak harus mahal. Misalnya, untuk mengambil manfaat protein hewani, Anda dapat membeli ikan segar, telur ayam, telur puyuh, dan ikan teri sebagai pengganti daging sapi. Karena harganya relative lebih murah, bahan-bahan tersebut mengandung protein yang sama baiknya dengan daging sapi.
  • Pantangan makanan karena kepercayaan terhadap adat juga pengaruh budaya, hal itu dapat mempengaruhi asupan makanan pada ibu hamil. Salah satu contoh kasus, ada kepercayaan bahwa pada waktu hamil ibu dilarang makan ikan, karena dikhawatirkan bayinya cacingan dan berbau amis. Padahal, konsumsi ikan terutama ikan laut justru sangat dianjurkan karena mengandung Omega 3 dan Omega 6 yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak janin dalam kandungan.

Tanda-tanda Kecukupan Gizi pada Ibu Hamil
StatusTanda Kecukupan Gizi
Berat badanNormal (berat badan sesuai dengan tinggi badan)
BibirWarna tidak pucat, lembab, dan tidak bengkak
GusiMerah normal dan tidak ada pendarahan
GigiBersih, mengkilap, tidak berlubang, dan tidak ada pendarahan
JantungDetak dan irama jantung normal, tekanan darah normal
Keadaan umumGesit dan responsive
KulitTidak kusam, cukup lembap, dan tidak kering
KukuKeras dan warnanya kemerahan
KelenjarTidak ada pembesaran
KakiTidak bengkak
LeherWarna sama dengan muka, cukup lembap, tampak segar, dan sehat
MukaWarna sama dengan leher, cukup lembap, tampak segar dan sehat
MulutTidak ada luka
MataBersih, bersinar, selaput besar berwarna merah, dan tidak ada pendarahan
OtotKuat, kenyal, dan di bawah kulit sedikit lemaknya
Postur tubuhTegak, lengan, dan tungkai lurus
PencarnaanNafsu makan baik
RambutMengkilap, tidak rontok, dan kulit kepala bersih
SarafReflex normal, mental stabil, dan tidak mudah tersinggung
Vasilitas umumDaya tahan tubuh baik, semangat, cukup tidur, dan energik
Berat badan sebelum hamil mempengaruhi pada berat badan ideal selama kehamilan.
  • Jika sebelum hamil berat badan ibu dibawah normal (Kurus), pada trimester awal idealnya naik 2,25 kg. selanjutnya, berat badan akan terus naik minimum 450 gram perminggunya. Dengan demikian, total kenaikan berat badan selama kehamilan 13-18 kg.
  • Jika sebelum hamil berat badan ibu itu normal, pada trimester pertama idealnya berat badan naik 1,5 kg. selanjutnya, berat badan akan terus naik minimum 450 gram per minggunya. Dengan demikian, total kenaikan berat badan selama kehamilan 11-16 kg.
  • Namun, jika sebelum hamil berat badan ibu di atas normal (gemuk), pada trimester awal idealnya hanya naik 300 gram. Dengan demikian, total kenaikan selama kehamilan hanya 7-11 kg.

Kenaikan berat badan selama kehamilan berdasarkan status gizi ibu sebelum hamil
Status Gizi ibu sebelum Hamil
(IMT)
Total Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan
(Kg)
Kurang (Kurus)13-18
Normal11-16
Overweight7-11
Obesitas7

Kenaikan berat badan ini tidak hanya disebabkan oleh membesarnya janin. tapi, juga karena membesarnya jaringan plasenta dan jaringan lain pada tubuh ibu.

Persentase Pembesaran Jaringan pada Tubuh Ibu Selama Hamil
Janin25-27%
Plasenta5%
Cairan Amnion6%
Volume Darah10%
Payudara dan Uterus11%
Cairan Ekstraseluler13%
Pertambahan Jaringan Lemak25-27%

Kenaikan berat badan pada trimester pertama sepenuhnya tertuju untuk kebutuhan ibu, tapi bukan berarti janin dalam kandungannya tidak tumbuh dan tidak membutuhkan suplai makanan. Selama trimester kedua, porsi penambahan berat badan adalah 60% untuk ibu sebagai cadangan lemak, dan 40% untuk janin. Selanjutrnya pada trimester ketiga 60% penambahan berat untuk janin, dan 40% untuk ibu. Presentase itu memang bukan angka yang pasti dan tidak semua kehamilan bakal seperti itu. Berat bayi lahir tidak ditentukan sepenuhnya oleh banyaknya makanan dan kenaikan berat badan ibu hamil, tetapi juga tergantung pada kebutuhan gizi masing-masing bayi. Jika sebelum hamil berat badan ibu di bawah normal, makanan yang dimakan setiap harinya sangat besar perannya pada peningkatan berat bayi. Berat badan bayi ketika lahir merupakan salah satu indicator kesehatannya pada masa depan.

Demikian pembahasan tentang Status Gizi Ibu Hamil mudah-mudahan menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi Anda yang khususnya bagi Ibu Hamil.

Read more ...

Inspirasi variasi menu balita

Inspirasi variasi menu anak balita dalam seminggu, contoh menu makan bergizi di bawah ini mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu dalam menyajikan makanan untuk anak Anda.
   
Waktu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
Minggu
Bangun Tidur
Satu gelas susu
Satu gelas susu
Satu gelas susu
Satu gelas susu
Satu gelas susu
Satu gelas susu
Satu gelas susu
Sarapan Pagi (± Pukul 07.00)
Pancake selai stroberi
Nasi goreng udang
Coklat sereal
Bubur ayam
Bakmie goreng
Nasi abon gulung
Sandwich roti

Waktu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
Minggu
Makanan Selingan (± Pukul 10.00)
Jus alpukat
Puding wortel
Roti keju
Lumpia pisang
Donat kentang mini
Kastangel keju
Milk shake stroberi

Waktu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
Minggu
Makanan Siang (± Pukul 12.00)
Nasi putih
Nasi putih
Nasi putih
Nasi putih
Nasi putih
Nasi putih
Nasi putih
Bakwan teri
Ayam yakiniku
Galantin
Telur puyuh asam manis
Soto ayam kampung
Omelet tomat
Bistik lidah sapi
Oseng-oseng tempe
Bola tahu
Lapis tahu gulung
Tempe bacem
Nugget tahu sayuran
Kacang merah saus tomat
Sate tempe oriental
Sayur bening ayam
Sup sayuran
Cah bayam tabur wijen
Sayur asam
-
Setup buncis
Sup makaranoni
Pepaya
Apel
Jeruk Manis
Semangka
Pisang hijau
Mangga
Melon

Waktu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
Minggu
Makanan Selingan (± Pukul 16.00)
Risoles
Muffin selai blueberry
Pisang panggang tabur gula palem
Es koktail buah
Bubur candil
Dorayaki
Wafer salut cokelat

Waktu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
Minggu
Makan Malam (± Pukul 18.00)
Nasi putih
Nasi/
Kentang goreng
Nasi putih
Nasi putih
Nasi putih
Nasi putih
Nasi putih
Sate hati ayam
Steak ayam
Gulai ikan
Bola kentang tongkol
Omelet keju
Daging bumbu kacang
Ayam goreng krispy
Semur tahu
Tofu goreng
Bakwan tahu
Pepes tahu
Skotel kacang merah
Lodeh tahu tempe
Tempe mendoan
Perkedel jamur
Kembang kol & wortel goreng tepung
Cah sawi putih
Sup gambas
Cap cay kuah
Orak-arik buncis telur
Rawon blonceng (labu air)
Pisang susu
Apel
Melon
Jambu air
Semangka
Jeruk manis
Pepaya

Read more ...

Menu Lengkap Balita | Menu Gizi Balita | Nutrisi Gizi Balita | Peran Gizi | Kandungan Gizi | Tips cerdik memilih bahan makanan | Perkembangan balita | Tumbuh kembang balita | Cara pemberian makanan | Trik menyiasati masalah susah makan | Masalah gizi | Kesehatan | Gizi lengkap seimbang | Angka kecukupan gizi | Sumber gizi | Manfaat gizi | Ahli Gizi | Pola Asuh | Makanan hewani | Makanan nabati | Psikososial | Komplikasi ortopedik | Self-image negative | Kesehatan tubuh | Daya tahan tubuh | Protein Energy Malnutrition | Kebutuhan anak | Healthy | Vitamin | Zat gizi | Perilaku masalah makan | keterampilan makan balita | Pola makan | Penyebab masalah makan | Cara mengatasi masalah | Menu makan | WHO | Nafsu makan | Praktisi Gizi | Vegetable food | Animal foods | Healthy food | Body endurance | Growth and development | The role of nutrition | Food menu | Nutritional problems | source of nutrition | Nutrisi Gizi Ibu Hamil | Kebutuhan Nutrisi Gizi | Nutrisi Gizi Kehamilan | Status Gizi